Make your own free website on Tripod.com
Prospek Berkebun Jati Emas
Karakteristik dan Keunggulan Jati Emas.
Jati Emas disebut juga Fast Growth Golden Teak (FGGT) yang artinya jati emas berdaya tumbuh cepat. Jika jati biasa (lokal) baru bisa dipanen pada umur 45 tahun, maka jati emas ini bisa dipanen pada umur 10-15 tahun. Pada umur 5 tahun ditebang untuk penjarangan yang hasil penebangan kayunya juga sudah punya nilai ekonomi dan sudah laku dijual. Jati Emas diklasifikasikan sebagai kayu keras ringan dengan densitas 700 kg/m³. Tekstur serat kayu lurus, sehingga mudah dikerjakan dengan alat-alat permesinan. Warna kayu putih kekuningan dan menjadi trend setter warna furniture di Jepang dan Eropa. Kayu Jati Emas banyak dicari untuk konstruksi yang dekoratif misalnya, parquet flooring (lantai kayu), dinding, mebel dan kusen kayu/jendela berkualitas tinggi. Sebagai kayu yang berkualitas ekspor, jati emas layak diusahakan sebagai tanaman industri.

Prospek Berkebun Kayu Jati Emas
Pesatnya pertumbuhan penduduk dunia, diiringi pula dengan naiknya kebutuhan kayu sebagai bahan bangunan untuk perumahan dan perabot rumah tangga. Sementara itu pengadaan kayu sebagai bahan bangunan semakin sulit didapat, yang diperkirakan mulai tahun 2001 dunia akan mengalami kekurangan pasokan kayu sebesar 320 juta m³ per tahun. Bahkan menurut peneliti dan Jepang (JIAP), pada tahun 2008 diperkirakan Kalimantan sudah harus impor kayu dari luar pulau. Dengan diberlakukannya Eco Labeling Rule, pengadaan kayu dari penebangan hutan akan terhambat karena harus ada sertifikat eco labeling. Saat ini kebutuhan kayu jati untuk bahan bangunan dan mebel sebesar 3,5 juta m³ per tahun, yang baru bisa dilayani oleh Perum Perhutani kurang dari 1 juta m³ per tahun. Hal ini menyebabkan pencurian kayu jati di hutan semakin besar karena untuk memenuhi kebutuhan pasar yang masih menganga lebar sebesar 2,5 juta m³ per tahun. Maraknya pencurian kayu di hutan menyebabkan hutan jati terancam kelestariannya. Namun di balik itu semua masih ada yang tersisa, yaitu peluang bisnis mengebunkan kayu jati di pekarangan rumah, yang bila dikelola secara intensif akan bisa meningkatkan produktivitas dan profitabilitas industri kehutanan di pekarangan rumah.

Peluang Bisnis Berkebun Jati Emas
Penanaman hutan kembali untuk mengganti kayu hutan yang ditebang memerlukan waktu sedikitnya 40-50 tahun sehingga cara seperti itu kurang efektif untuk mengatasi kekurangan pasokan kayu yang sudah sangat mendesak. Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan rekayasa bioteknologi agar masa pemeliharaan kayu yang butuh waktu 40-50 tahun bisa dipersingkat menjadi 5-15 tahun saja. Dari rekayasa bioteknologi itulah akhirnya ditemukan bibit unggul Jati Emas, jenis kayu yang bisa dipanen lebih cepat dan mutu kayunya bagus. Berkebun jati emas sangatlah menguntungkan karena masa depan pemasarannya bagus dan untungnya besar. Dengan harga bibit yang berkisar antara Rp.20.000,00 - Rp.35.000,00 per batang, setelah dipanen harganya berlipat menjadi Rp.1 juta sampai Rp.2 juta per batang. Bila menanam 1500 batang pada lahan sekitar 1 hektar maka hasilnya paling sedikit Rp.1,5 milyar. Harga itu adalah harga lokal dan bila diekspor bisa lebih besar lagi.