Make your own free website on Tripod.com
Bibit Jati Unggul di Pasaran
Banyaknya iklan yang menawarkan bibit Jati Emas dengan berbagai harga, maka sebelum menjelaskan produk kami, kami ingin sekali menjelaskan kepada para peminat Jati Emas mengenai jenis-jenis bibit Jati Unggul yang beredar di pasaran yang terkadang semuanya mengklaim sebagai Jati Emas:

Jati Putih (Gmelia Arborea)
Tidak termasuk golongan jati namun di pasaran disebut jati putih. Kayunya berwarna putih dan empuk. Bibit jati putih (gmelina arborea) jarang diperjualbelikan karena pangsa pasarnya kecil.

Jati Super (Tectona Grandis)
Bibitnya berasal dari Myanmar dan dikembangkan oleh PT Monfori Nusantara dengan teknik kultur jaringan. Kultur jaringan adalah cara memperbanyak tanaman dari sel-sel pertumbuhan. Cara memperbanyak tanaman dengan kultur jaringan dapat diperoleh bibit unggul dalam jumlah yang banyak dan cepat. Pada proses kultur jaringan sel tanaman dimasukkan ke dalam bejana yang berisi cairan kimia dan nutrisi makanan tanaman. Dalam waktu tertentu sel-sel ini akan membelah diri dan membentuk sel baru sampai akhirnya menjadi tanaman kecil berwarna hijau.

Jati Unggul (Tectona Grandis)
Berasal dari Thailand dan dikembangkan oleh KBP Lamongan dengan teknik okulasi. Batang bawah menggunakan jati lokal dan batang atasnya menggunakan jati dari Thailand.

Jati Emas (Tektona Grandis) Stump
Berasal dari Malaysia/Myanmar yang masuk ke Indonesia melalui PT BBK dan kemudian dikembangkan oleh PT KSB dengan teknik stump. Bibit dalam bentuk stump ini dapat berasal dari biji maupun dari kultur jaringan. Bentuk stump (tunggak) memudahkan proses pengiriman tanaman untuk jarak jauh. Jati Thailand masuk ke Indonesia juga dalam bentuk stump yang dikirim dari Lakpraw, Bangkok, Thailand.

Jati Emas (Tectona Grandis) Biji
Bibit jati emas yang dikembangkan dari biji oleh Multi Inovasi Mandiri yang lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan dengan yang berasal dari kultur jaringan. Hal ini disebabkan sistem perakaran pada bibit dari biji lebih sempurna dan mempunyai akar tunjang yang bisa masuk kedalam tanah (vertikal) sehingga mampu menjangkau kedalaman air tanah, lebih stabil kondisinya, dan memperkecil kematian bibit di kebun. Dari garis keturunan tetap termasuk bibit unggul karena induknya juga berasal dari jati emas/jati unggulan. Biaya pengadaan bibit dan perawatan lebih murah karena tidak memerlukan perawatan khusus.